MESIN WAKTU KITA
Hari
kemerdekaan Indonesia telah berlalu. Kini saya dan adik saya pergi ke rumah
prof. Adam. Sesampainya saya dan adik saya di rumah professor Adam, saya dan adik saya melihat professor Adam
sedang membuat suatu penemuan baru. Saya pun bertanya kepada prof. Adam
“professor sedang buat apa?”. Professor mejawab “professor sedang buat penemuan
yang belum pernah ada di dunia yaitu mesin waktu. Saya dan adik saya terkejut
dengan ucapan professor Adam. “prof. boleh kami bantu membuat ?” kata Adun.
“Oooh, boleh boleh”. Kami berdua pun ikut membantu professor membuat mesin
waktu.
Keesokan
harinya, saya dan adik saya pergi ke kampus. Sesampainya kami di kampus, kami
melihat banyak orang yang sedang nge gossip. “kalian lagi gosipin apaan sih ?”
Tanya saya. “ni, lihat nih di Koran, si James Ld. Dan Professor Dedi berhasil
membuat sebuah mesin waktu.” Jawabnya. Mendengar berita itu, saya dan adik saya
curiga sama James dan Bapaknya. Kita berdua berfikir kalau si James merampas
mesin waktu punya professor Adam.
Sepulangnya
kuliah, kami berdua langsung pergi ke rumah professor Adam. Sesampainya di
rumah professor, kami melihat professor Adam yang diikat di kursi dan mulutnya
di tutup. Kami berdua, mencoba membuka ikatan di kursi, tapi apa daya, ternyata
tali itu dilapisi lisitrik penguat, yang apabila di sentuh, akan tersentrum.
Saya pun mencoba membuka ikatan itu dengan lasser MJic, dan alhamdullilah tali
ikatan itu terlepas. Tapi professor masih dalam keadaan lemas akibat sentruman
listrik di tali itu. Kami berdua pun membawa professor ketempat tidurnya untuk
istirahat. Setelah kami berdua membawa professor ke tempat tidurnya, kami
berdua kembali untuk mencari mesin waktu professor Adam. Ketika kami cari-cari,
kami tidak menemukan mesin waktu itu lagi. Dan kecurigaan kami pun terjawab,
kalau James La Ode dan Bapaknya telah merampas mesin waktu professor Adam, dan
membuat berita di berbagai media, kalau merekalah pencipta asli mesin waktu
itu.
Keesokan
harinya, kami berdua pergi ke rumah professor untuk menanyakan siapa yang
mencuri mesin waktu professor adam. Setibanya kami berdua di rumah professor
Adam, kami melihat professor masih agak sedikit lemas akibat sentruman. Saya
dan adik saya pun bertanaya “prof., kalau kami boleh tau, siapa yang menyakiti
professor dan siapa yang mencuri mesin waktu itu ?”. professor itu menjawab
“yang mencuri mesin waktu itu adalah segerombolan robot-robot yang di kepalanya
bertanda “DD””. Kami berdua pun ingin mencari tahu, siapakah robot-robot yang
bertanda DD.
Keesokan
harinya, kami berdua mulai mencari tahu siapakah pencipta robot yang bertanda
DD itu. Saya dan Adik saya membagi tugas untuk mencari pencipta robot itu. Saya
mencari tahu dengan bertanya-tanya kepada para ahli robotic. Sedangkan adik
saya mencari tahu dengan men-search ke internet. Waktu ke waktu terus berjalan,
saya dan adik saya belum juga menemukan siapakah penemu robot itu. Malam pun
telah tiba, saya pun belum menemukan siapakah pencipta robot itu. Tiba-tiba,
Adun melelpon saya, ternyata Adun telah menemukan siapa penemu robot itu. Dan
ternyata, penemu robot itu adalah professor Dedi.
Keesokan
harinya, kami berdua pergi ke laboratorium professor dedi untuk meminta kembali
mesin waktu professor Adam tersebut. Sesampainya kami berdua di laboratorium
prof. Dedi, kami berdua langsung di hadang oleh robot-robot DD tersebut. Kami
berdua pun tidak bisa lagi apa-apa dan terpaksa kami berdua harus masuk ke
dalam ruangan penjara professor Dedi. Didalam penjara, ternyata banyak
tahanan tak bersalah yang di kurung.
Kami dan para tahanan yang lainnya mencoba terus-menerus agar pintu sel itu
terbuka.
Tiga
jam telah berlalu, tetapi pintu itu tetap tak bisa terbuka. Kami semuanya sudah
lelah sekali. Kami berdua pun memikirkan ide bagaimana bisa keluar dari sel
ini. Adun pun mempunyai ide, ia akan menelepon prof. Adam dan memberitahuinya
bahwa kami di kurung di dalam penjara Prof. Dedi. Kami berdua pun menelpon
Prof. Adam, tapi belum ada jawaban sama sekali. Kami berdua pun mencoba sekali
lagi, dan ternyata tersambung. Dan kami berdua pun meminta agar kami semua
dapat bebas dari penjara ini. Selang beberapa waktu, professor Adam datang dan
langsung membebaskan kita semua.
Kami
semua akhirnya bebas dari penjara itu. Dan dengan diam-diam, kami semua
merencanakan hal licik agar dapat mengambil kembali mesin waktu prof. Adam dan
menangkap James La ode dan juga bapaknya. Kami semua pun mulai berpencar ke
seluruh area laboratorium. Dengan berbekalkan senjata dan tameng anti peluru,
kami berhasil juga mendapatkan mesin waktu prof. Adam. Tapi sayang, kami semua
tidak melihat dimana Prof. Dedi dan anaknya. Pencarian itu, akan kami lanjutkan
esok hari.
Keesokan
harinya, kami berdua dan prof. Adam, mulai mencari keberadaan Prof. Dedi dan
James La Ode . kita membagi tugas, saya dan Adun mencari di Laboratorium dan
Prof. Adam di rumah kediaman Prof. Dedi
dan anaknya. Ketika kami berdua mencari-cari di sekitar laboratorium, kami
melihat kaca di bagaian atas laboratorium itu pecah dan di duga pecahannya di
karenakan sinar laser, karena pecahnya kelihatan sangat rapi. Kami berdua pun
mencurigai, kalau professor Dedi dan James Ld kabur lewat di kaca bagian atas.
Saya pun melelpon Prof. Adam tentang dugaan ini. Kami berdua pun kembali menyelidiki tentang kaburnya Prof. Dedi dan
anaknya lewat jendela, dan kami menemukan sedikit bercak darah di bagian bawah
candela, di duga akibat terjatuh dari ketinggian. Bercak darah tersebut,
menunjukan suatu arah yaitu di sebuah rumah tua dekat laboratorium. Kami berdua pun pergi ke rumah
tua tersebut. Setelah kami sampai di rumah tua, bercak darah itu hilang. Dan
dicurigai kalau mereka menghapus bercak
darah itu di rumah tua ini. Tiba-tiba, kita berdua langsung tertangkap oleh
jaring yang dipasang untuk menangkap kita berdua “professor yang liccccik”
ungkap saya dalam hati. Terpaksa, kami berdua kembali ke penjara Professor
Dedi. Untung, saya masih menyimpan handphone agar kami dapat menelepon Prof.
Adam.
Ketika professor Adam tiba
di laboratorium, terjadi baku tembak, dan akhirnya Prof Dedi dan James La Ode
berhasil di tembak kepalanya dan ditangkap oleh prof. adam dan kita berdua
berhasil di bebaskan.
Keesokan harinya, saya ,Adun
dan professor Adam, pergi membawa Professor Dedi dan James La Ode ke penjara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar