Sabtu, 03 Januari 2015

VAMPIRE ASLI

Dracula, Sosok Pembantai Umat  Islam Abad Pertengahan

by: mr.arsan
Twilight, The Vampire Diaries,True Blood, Buffy the Vampire Slayer, merupakan segelintir dari sekian banyak film dan serial tv yang bercerita mengenai Vampir. Walaupun secara teknis, vampir-vampir yang terdapat dalam masing-masing film tersebut berbeda, akan tetapi mereka memiliki satu persamaan utama dan paling mendasar yaitu penghisap darah dan hidup abadi. Lalu, apa yang membuat film-film dan serial tv yang berbau vampir begitu booming saat ini? Apa yang membuat para “moviefreak” terutama wanita begitu mencintai tokoh vampir? Sebelum saya menjawab pertanyaan diatas, mari kita cari tau para aktor yang memerankan film dan serial tv diatas (silahkan browsing sendiri ya). Baik, sekarang kembali ke pertanyaan diatas. (saya ulangi biar tidak lupa), Apa yang membuat para “moviefreak” terutama wanita begitu mencintai tokoh vampir?. “ketampanan para aktornya dan selalu ada kisah romantisme dibalik cerita-cerita vampir tersebut.” Ya, dua jawaban ini sudah cukup mewakili.
Nah, begitulah para pembuat naskah cerita, novel, ataupun film memanfaatkan salah satu sisi psikologi sebagian besar perempuan yang saat memilih tontonan sangat memperhitungkan penampilan fisik para aktornya dan bumbu romantisme yang kental. Lalu bagaimana dengan pria? Para pria biasanya menyukai action movie, tantangan, imajinatif, dan jalan cerita yang berbeda dengan kehidupan manusia biasa. Sehingga diciptakanlah sebuah karya yang dapat merangkul obsesi mereka yaitu cerita action bertemakan Vampir dimana sang vampir adalah seorang superhero yang memiliki paras sempurna dimata wanita. Sebenarnya cerita bertemakan vampir sudah ada sejak abad ke-18. Tepatnya pada 1897, seorang novelis bernama Bram Stoker membuat sebuah karya berjudul Dracula yang mana novel ini telah menginspirasi puluhan cerita fiksi bertemakan Dracula atau vampir hingga saat ini.
Lalu, apakah Dracula ini memang hanya sebuah cerita fiksi? Jawabannya adalahTIDAK
Dracula memang sosok yang “haus” darah dan ia pernah hidup di muka bumi ini pada abad pertengahan. Kisah hidup Dracula merupakan salah satu contoh bentuk penjajahan sejarah yang begitu nyata yang dilakukan Barat. Kalau film Rambo merupakan suatu fiksi yang kemudian direproduksi agar seolah-olah menjadi nyata oleh Barat, maka Dracula merupakan kebalikannya, tokoh nyata yang direproduksi menjadi fiksi.
Nama aslinya adalah Vlad Tepes (dibaca Tse-pesh). Dia lahir sekitar bulan Desember 1431M di Benteng Sighisoara, Transylvania, Rumania. Ia merupakan anak Ke 2 dari Vlad II alias Basarab dan Cneajna, seorang putri dari Moldavia. Kakak Dracula bernama Mircea, dan adiknya bernama Randu.
Vlad II ayah Dracula diangkat sebagai anggota Orde Naga oleh Sigismund Raja Hongaria. Orde naga ini pada awalnya adalah kelompok persaudaraan tempat berkumpulnya para pendeta, tapi di kemudian hari Orde Naga menjadi semacam benteng Pasukan Salib untuk melawan pasukan Khilafah Utsmaniyah. Kemanapun Vlad II pergi, ia selalu memakai lencana bergambar naga. Sehingga ia sering dipanggil Vlad Dracul. Dalam bahasa Rumania, Dracul artinya naga. Sementara, akhiran “ulea” dalam bahasa Rumania berarti “anak dari”. Maka Vlad III ( Dracula) anak dari Vlad Dracul (Vlad II) dipanggil dengan nama Vlad Dracula yang artinya anak dari Vlad Dracul.
Pada tahun 1442 M terjadi perang antara pasukan Wallachia (salah satu wilayah di Rumania) dgn pasukan khilafah Utsmaniah. Basarab memilih langkah netral yg mengakibatkan ia diusir oleh Sigismund. Kedudukannya diganti oleh Janos Hunyadi, salah satu panglima perang Sigismund di Transylvania. Tapi tak lama kemudian, Basarab mengambil tahtanya kembali dengan bantuan khilafah Utsmaniah. Nah, sebagai bentuk kesetiaannya kepada khilafah, ia kemudian mengirim dua anaknya yaitu Dracula yang saat itu baru berusia 11 thn dan adiknya Randu untuk sekolah ke Turki.
Selama di pusat kekhilafahan, kedua anak ini dididik secara Islam. Mereka berdua kemudian memeluk Islam. Selain belajar di madrasah, mereka juga belajar ketrampilan perang. Seiring bergulirnya waktu kedua anak ini tumbuh menjadi dua pribadi yang jauh bertolak belakang. Randu tumbuh menjadi muslim yang taat dan berperangai lembut sedangkan Dracula tumbuh menjadi sosok pembangkang yang kejam.
Tak hanya membangkang, sifat keji Dracula pun makin tampak. Salah satu hobinya di Turki adalah bolos dari madrasah untuk melihat eksekusi penjahat kelas berat yang kepalanya dipancung di alun-alun. Setiap minggu eksekusi atas penjahat kelas kakap atau para pembughat diadakan di alun-alun. Dan salah satu penonton setianya adalah Dracula yang akan menyaksikan acara tersebut sampai selesai. Di saat senggangnya Dracula juga sangat suka menyiksa binatang. Binatang apapun yang ada disekitarnya ia tangkap dan ditusuk seperti sate. Ia sangat puas melihat binatang-binatang tersebut menggelepar-gelepar menyongsong ajal.
Walaupun begiu, Dracula menunjukkan kemajuan yang pesat dalam kemampuan militernya. Kemajuan Dracula tersebut menarik perhatian Sultan Muhammad Al-Fatih yang kemudian menikahkannya dgn salah satu kerabat Sultan dengan harapan Dracula di kemudian hari akan menjadi Panglima perang khilafah. Tahun 1448 M, menyusul kematian Ayah dan kakaknya, Mircea, yang dibunuh dalam kudeta yang diorganisir Janos Hunyadi, Kerajaan Turki mengirim Dracula untuk merebut Wallachia dari tangan salib Kerajaan Hongaria. Saat itu Dracula berusia 17 tahun.
Dengan bantuan Turki Dracula dapat merebut tahta Wallachia. Setelah itu, sebagian besar pasukan kembali ke Turki dengan menyisakan sebagian kecil di Wallachia. Tanpa pernah diduga, Dracula murtad dan berkhianat. Dia menyatakan memisahkan diri dari Turki. Para prajurit Turki yang tersisa di Wallachia ditangkapi. Setelah beberapa hari disekap di ruang bawah tanah, mereka diarak telanjang bulat menuju tempat eksekusi di pinggir kota. Di tempat ini seluruh sisa prajurit Turki dieksekusi dengan cara disula. Yakni dengan ditusuk duburnya dengan balok runcing sebesar lengan, kemudian dipancangkan di tengah lapangan.
Dua bulan kemudian Janos Hunyadi berhasil merebut tahta Wallachia dari tangan Dracula. Namun pada tahun 1456 hingga 1462 Dracula kembali berkuasa di Wallachia. Masa pemerintahannya kali ini adalah masa-masa teror yang sangat mengerikan. dia bertindak sangat kejam dengan membunuh siapa saja yang tidak disukai, mulai dari para bangsawan, tuan tanah, petani dan pengemis beserta keluarganya. Jumlah korbannya mencapai 500.000 orang, sebagian besar adalah orang-orang Islam dari Turki dan yg telah masuk Islam di Wallachia.
Dracula bisa dikatakan sebagai kreator penyiksaan. Metode penyiksaan yang belum pernah ada dia ciptakan untuk memenuhi hasrat gilanya akan darah dan jerit korban yang sekarat. Korban- korban tersebut dibunuh dengan cara yang sungguh biadab, diantaranya;
1.Penyulaan.
Sula merupakan kayu sebesar lengan orang dewasa yang ujungnya runcing. Alat seperti ini digunakan oleh Dracula untuk menusuk seseorang. Bagian yang ditusuk adalah dubur atau liang kemaluan perempuan. Tubuh korban ditusuk dengan kayu yang dilancipkan ujungnya melalui bagian bawah hingga tembus pada perut atau kepala. Korban yang ditusuk seperti sate ini bukan hanya orang dewasa. Tak kenal ampun, Dracula juga melakukan penyiksaan serupa kepada bayi-bayi!
2.Pemotongan Payudara Perempuan dan Merusak Organ Seksual.
Korban diikat di atas meja dengan kuat dalam keadaan telanjang. Kemudian dikerat dan dikuliti.
3.Merebus Korban Hidup-hidup.
Sebuah bejana besar kira-kira berdiameter 2 meter diletakan diatas tungku yang berada ditengah alun-alun. Bejana tersebut diisi air. Setelah penuh kayu bakar dinyalakan. Kemudian korban direbus hidup-hidup.
4.Menguliti Kepala dan Bagian Tubuh Lainnya.
Korban akan dikuliti dengan pisau yang tajam. Mulai dari wajah kemudian kulit korban dikuliti sampai semua kulit kepala terkelupas. Cara penyiksaan yang lain: Mencekik, memotong otot-otot tertentu, memotong hidung dan telinga, membutakan mata, membakar hidup-hidup, memaku kepala, memangsakan si korban pada binatang buas, menarik korban dengan 2 kuda, merendam tubuh korban, serta memanggangnya.
Beberapa peristiwa-peristiwa yang digunakan Dracula sebagai ajang pembantaian umat Islam adalah:

1. Pembantaian terhadap prajurit Turki di Tirgoviste.
2. Membakar pemuda-pemuda Turki
3. Topi yang dipaku di kepala kepada dua orang duta besar khilafah Turki
4. Fakir Miskin dan petani yang dibakar di Tirgoviste
5. 30.000 pedagang Turki yang disula
6. Membunuh dengan virus yang mematikan
7. Meracuni sungai Danube
Tindakan kejam Dracula yang melakukan pembantaian terhadap umat Islam ini membuat sultan Muhammad Al-Fatih menyerukan seruan jihad kepada Dracula. Pada tanggal 17 Mei 1462 M sultan Muhammad Al-Fatih mengirimkan 60.000 tentara ditambah 30.000 tentara non reguler. Sementara tentara Dracula hanya mencapai 30.000 prajurit. Melihat jumlah pasukan yang tidak berimbang ini, Dracula melakukan strategi perang tengah malam. Menurut anda, kira-kira siapa panglima pasukan yang dikirim oleh Muhammad AlFatih untuk memimpin pasukan jihad ini? tak lain adalah Randu, si muslim yang taat yang tak lain adalah adik kandung Dracula.
Pada serangan tengah malam pasukan Dracula yang berkekuatan 10.000 orang berhasil mendesak pasukan khilafah, tetapi dapat dipukul mundur pada saat fajar tiba. (bisa jadi dari sinilah dibuat mitos bahwa Dracula takut dengan cahaya matahari). Atas kekalahan tersebut pasukan Dracula melarikan diri ke benteng Poenari. Dracula melarikan diri dari kepungan pasukan khilafah. Dan akhirnya dia terbunuh di tepi danau Snagov. Sang Sultan Muhammad Al-Fatih lah yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi Danua Snagov Dan berakhirlah kekejaman melegenda sang Dracula.
Kalau film dan serial tv bercerita bahwa Dracula dapat dimusnahkan dengan salib, maka itu adalah kebohongan publik. Muhammad AlFatih dan kekhilafahan lah yang berhasil mengalahkan Dracula. Sayangnya semangat kekejaman Dracula mendarah daging. Mati satu dracula, muncul Dracula-Dracula yang lain. Dracula ini bahkan mewujud menjadi negara. Negara barat mewarisi semangat kekejaman Dracula, jutaan umat Islam dihabisi dengan cara yang tak kalah sadis dari yang dilakukan Dracula. Pembantaian di Irak, Afghanistan, Palestina, dan lain-lain merupakan aksi lanjutan dari para ‘keturunan’ Dracula.
Dan layaknya Vlad Dracula, yang hanya bisa dikalahkan oleh Muhammad Al-Fatih, maka ’Dracula-Dracula’ keturunannya pun hanya bisa dikalahkan oleh para pendekar-pendekar ’keturunan’ Muhammad Al-Fatih!

SEMBILAN TAHAPAN MENULIS NOVEL YANG BAIK DAN BENAR (ASLI TANPA COPAS)

Sembilan Tahapan Menulis Novel yang Baik dan Benar

kali ini, Mr.Arsan ingin membagikan cara menulis novel.

SATU
Gaet pembaca pada paragraf pembuka dengan menyuguhkan konflik. Ini adalah cara membuat pembukaan novel yang ampuh dan menarik.
Contoh:
“Tolong…, tolooong…..”
Teriakan minta tolong terdengar keras dari balik pagar rumahku. Kami sekeluarga berhamburan keluar.
Apakah Anda ikut mendengar teriakan pada contoh diatas, dan merasa ikut terlibat di dalamnya?
Ya, orang selalu suka dengan konflik. Coba pikirkan ini, kejadian apa yang membuat orang berhamburan keluar rumah?
Ya, bisa jadi diantaranya: perkelahian, kecelakaan, kebakaran, dan lain-lain.
Orang sering bilang, bila tidak ada konflik maka tidak ada cerita. Dan bila Anda meletakkan konflik pada paragraf pembuka novel Anda, maka Anda akan menarik kuat perhatian pembaca.
DUA
Kembangkan karakter tokoh novel Anda. Bantu pembaca untuk memvisualkan karakter dengan mendesripsikan penampilan, tingkah laku dan pemikiran tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita. Ketika dia berbicara, ungkap karakternya.
Kita ambil contoh OVJ dari peran seorang Andre.
“Nung, bapak kamu dokter jantung, ya?” Tanya Andre merayu dengan nada lembut.
“Kok, tau?”
“Iya, karena kamu telah membuat jantungku bergetar-getar.”
Nunung tersipu malu. Andre telah meluluhkan kebekuan dengan gombalan mautnya. Dia memang raja gombal.
Tiap orang dalam OVJ memiliki karakter yang berbeda-beda. Sule yang suka jahil dan paling lebai; Aziz yang hobi gagap dan selalu menjadi objek penyiksaan; Nunung yang memiliki wajah gadis ndeso walaupun berperan sebagai tokoh cantik sekalipun; Parto orang tua yang memiliki sifat kebapakan dan sering sekali difitnah mirip Ariel.
Begitu juga dalam menulis karakter tokoh novel, Anda harus menjelaskan karakter mereka satu-satu.
TIGA
Pilih sudut pandang  penulisan cerita dalam novel Anda. Anda bisa berperan menjadi orang pertama (protagonis) dengan kata ganti aku, saya, kami, kita. Atau sudut pandang orang ketiga. Anda menjadi pengamat seperti menonton film. Kata ganti yang digunakan adalah ia, dia, mereka, -nya.
EMPAT
Buat dialog yang penuh arti. Tulis dialog yang penting-penting saja, yang ada tujuannya, yang langsung pada masalah, yang langsung menjelaskan, jangan berputar-putar, jangan bertele-tela, jangan hambar.
Contoh dialog dalam novel “Cinta di Dalam Gelas” karangan Andrea Hirata:
“Bisakah kawanmu itu mengajariku?”
“Maksud kakak?”
“Aku mau belajar main catur. Aku mau bertanding pada peringatan 17 Agustus nanti. Aku mau menantang Matarom.”
Kami terperangah.
Dialog dalam novel diatas langsung pada inti masalah. Maryamah minta diajari main catur. Ia ingin sekali mengalahkan Matarom.
LIMA
Tetapkan setting cerita dalam novel Anda. Ia mencakup waktu dan tempat. Setting waktu terdiri dari hari, tanggal, siang, malam, minggu, bulan, pagi, sore, tahun, dekade dan lain-lain.
Setting tempat dapat berupa lokasi seperti kota atau desa; keadaan lingkungan seperti bersih, kotor; suasana seperti ramai, lengang; cuaca seperti panas, dingin, dan lain-lain.
Deskripsikan setting yang penting saja yang mendukung pengembangan cerita novel Anda. Deskripsi harus MENARIK DUA ATAU LEBIH INDRA sehingga pembaca dapat ikut mengalami apa yang tokoh cerita alami.
Contoh:
Waktu: Tahun 700 Masehi
Tempat: Istana  Kerajaan Majapahit. Di ujung tengah ruang terdapat singgasana raja berwarna keemasan; memiliki tangga naik; payung penaung; tempat duduk dayang dan para perdana menteri.
Untuk mudah memahami setting cerita novel yang baik dan menarik, bayangkan suatu setting panggung teater atau OVJ yang memiliki beberapa panggung. Setiap panggung memiliki backdrop atau latar panggung yang dihiasi gambar, perlengkapan dan pernak-pernik yang disesuaikan dengan adegan.




Oke! Baiklah, saya akan melanjutkan tulisan sebelumnya, Panduan menulis novel yang baik dan benar. Sebelumnya kita telah sampai pada poin kelima. Sekarang kita akan masuk ke poin keenam. Selamat membaca.
ENAM
Mengatur plot dalam novel Anda. Apakah Anda tahu plot?
Baiklah saya jelaskan. Menurut Cellia Warren, plot adalah peristiwa yang berurutan yang disertai sebab akibatnya.
Perhatikan kalimat berikut:
Nenek bersikeras tinggal di rumah, tidak mau berobat di rumah sakit.
Kalimat ini belum cukup mengandung unsur plot, karena belum memiliki unsur sebab akibat. Kita belum mengetahui alasan nenek bersikeras tinggal dirumah dan tidak mau berobat.


Namun bila kalimatnya diubah menjadi:
Nenek tidak bersikeras tinggal di rumah, tidak mau berobat di rumah sakit karena tak mau merepotkan orang yang bukan keluarganya.
Kalimat kedua ini telah mengandung unsur sebab akibat. Nenek yang tidak mau  merepotkan orang yang bukan keluarganya menjadi penyebabnya enggan berobat. Inilah yang disebut plot.
Plot yang berkembang dalam cerita akan membuat pembaca membolak-balik halaman untuk mencari tahu apa yang akan terjadi sebelum atau selanjutnya. Mengapa demikian?
Karena orang ingin melihat lebih jauh sebab-akibat sebuah kejadian dalam cerita.
Alur cerita yang memiliki sebab akibat atau alur yang berangkat dari satu atau beberapa sebab menuju satu atau beberapa akibat atau sebaliknya disebut plot.
Ya, plot adalah inti novel yang wajib diperhatikan. Plot adalah inti dari cara membuat novel yang baik dan benar. Bila plotnya tertata baik dan logis, maka pembaca akan suka pada novel Anda. Novel Anda akan menjadi novel yang menarik bagi pembaca.
TUJUH
Mengarahkan klimaks pada novel Anda. Klimaks adalah puncak atau titik balik cerita. Ia adalah bagian yang paling dramatis dari cerita. Klimaks, terjadi ketika protagonis memahami apa yang sebaiknya dilakukan atau menyadari tindakan terbaik apa yang seharusnya diambil. Ketegangan yang mengganggu protagonis mengharuskan protagonis mengambil tindakan terbaik yang berujung pada konflik akhir atau klimaks.
Contoh satu bab Klimaks dalam novel:
“Budi menyadari kelalaiannya yang telah menyia-nyiakan waktu. Semester satu ia dibawah kendali game di internet. Semester dua masalah bertambah dengan memacari tiga gadis sekaligus . Semester tiga bertambah lagi satu masalah, narkoba, karena salah gaul. Ia melewati waktu kuliah dengan hari-hari suram dan menjauhi buku. Keadaan ini sangat kontras dengan masa kegemilangan di bangku sekolah. Jauh dirantau orang membuat Budi hilang kendali.
Ibu marah besar sampai nangis-nangis bersimpuh di depannya. Bapak menyetop uang jajan selama satu semester. Nenek ikut prihatin dan selalu ingin melihat cucunya bangkit. Budi ingat pesan terakhir nenek sebelum ia meninggalkan dunia, “Budi, ayo selesaikan kuliahmu. Nenek yakin kamu bisa bangkit dari pengaruh narkoba.” (Cerita berlanjut)
“Aaaahhh…..”, Budi meneriaki langit, mengangkat dua tinjunya tinggi ke atas. “Aku harus berubaaah…”
Ia tidak mau lagi dipermainkan kebiasaan buruk itu. hari ini adalah hari terakhir ujian semester empat. Malam ini adalah malam terakhir persiapan ujian. Ia harus mengejar nilai tinggi bila tidak mau dicap bego sama teman-temannya yang lain. (Cerita berlanjut)
Hari ini adalah hari keempat ujian semester empat. Hari-hari sebelumnya dia yakin telah mengumpulkan skor tinggi dalam ujian….. (Cerita berlanjut)
Hari kelima, egonya di bawah angin, nalarnya yang bermain kini. “Yes! yes! teriak Budi pelan setelah merasa yakin dengan kebenaran hasil perhitungan kimia yang dihadapinya dalam ujian. Sebuah keyakinan yang didasari pada sisa-sisa memori kegemilangan dalam bidang studi ini semasa SMA, nilai rapor yang selalu sembilan.
Sebuah perjuangan keras untuk menaklukkan soal-soal eksakta dengan otak yang agak sedikit eror. Namun Budi terus bangkit walau tertatih-tatih…(cerita berlanjut)
Hari ini adalah hari terakhir ujian semester empat.  Dengan memanfaatkan kenangan kecerdasan yang tersisa, ia harus mengejar nilai tinggi untuk menyenangkan hati orang-orang yang menunggu hari kebangkitannya. (Cerita berlanjut dengan aktivitas rumit dalam ujian…)
Pada hari penentuan akhir nilai semester, mahasiswa bergerombolan mengelilingi papan pengumuman hasil ujian. Melihat itu, Budi pun berlari kesana. Berdesak-desakan, berhimpitan, Budi berusaha menerobos. Didalam benaknya terdapat tanda tanya besar akan nilai akhir ujiannya…
Dengan sedikit meliak-liukkan badannya, Budi sampai juga di depan papan pengumuman. Mengarahkan telunjuk dan memokuskan pandangan pada deretan nama dan angka pada papan. Tidak sampai semenit, Budi berhasil mendapatkan namanya, “Budi Tegar”. Ia kunci pandangannya, ia arahkan tangannya kekanan menuju nilai hasil ujian….
Spontan Budi berteriak senang dan syukur, “Yes, Alhamdulillah…..”, sejurus kemudian, ia menerobos keluar kerumunan, berlari dan melompat-lompat kecil. Di benaknya terisi penuh keinginan untuk meluapkan rasa,  senang dan bangga. Rasa itu hendak diungkapkan kepada tiga orang yang selalu menunggu hari suksesnya. Ia sudah tidak sabar lagi menahannya. Teringat wajah ketiga orang yang ia sayangi itu. Ia katup bibirnya dan berkata mantap, “Bapak, Ibu, IPeKa Budi  tiga koma limaaa!” dan ia lanjutkan ungkapan itu kepada satu orang yang sudah tidak lagi menginjakkan kakinya di atas dunia, “Nek, terima kasih atas nasehatnya. Budi berhasil.”
DELAPAN
Menulis ending novel Anda. Ending adalah penyelesaian atas masalah. Anda bisa menulis ending yang terbuka atau ending yang tertutup. Ending tertutup adalah akhir cerita yang menunjuk pada penyelesaian masalah yang sudah tuntas. Sedangkan ending terbuka adalah ending yang konfliknya belum sepenuhnya selesai dan membuka peluang untuk berbagai penafsiran dari pembaca. Pada contoh diatas yang digunakan adalah ending tertutup. Masalah yang dihadapi si aktor utama sudah tuntas.
SEMBILAN
Terakhir adalah membuat Judul novel yang Menarik.
“Loh, kok judul malah dijelaskan terakhir?”
Ya, saya letakkan tips “cara membuat judul novel” ini pada poin terakhir karena kebiasaan penulis novel memang demikian. Mereka lebih fokus memikirkan bagaimana cara membuat sinopsis novel, membuat kerangka novel atau outline novel, membuat pembukaan novel,  membuat plot novel, membuat konflik dan klimaks ketimbang memikirkan bagaimana cara membuat judul novel. Bukan berarti judul novel tidak penting, tapi karena membuat judul novel itu lebih mudah dari hal-hal di atas.
Oke bagaimana cara membuat judul novel yang menarik?
Sebenarnya tidak ada standar baku dalam membuat judul novel. Intinya adalah tidak panjang. Pendek dua atau tiga kata. Dan harus keliatan CANTIK, MENARIK, MENYENTUH atau MENGGUGAH.